Tuesday, 22 September 2015

Analisis Bahan Pangan

Mengapa?
  1. Diminta pemerintah
  2. Supaya bisa dicantumkan di label
  3. Menghasilkan mutu produk sesuai yang diinginkan
  4. Diperlukan jika ingin mengembangkan produk
Ada 3 cara analisis: kimiawi, fisik, dan sensoris
  • Fisik: cair atau padat? keras atau lembek? mudah patah atau tidak? getas atau tidak?
  • Sensoris: menggunakan indera. Dicium aromanya, diraba (kasar atau tidak?)
  • Kimiawi: analisi kadar unsurnya
Memeriksa kadar makanan
  1. Mineral=> bakar, cek kadar abu. "Kadar abu=Kadar mineral"
  2. Air=> menggunakan alat ukur kadar air, Moisture Meter
  3. Protein=> menggunakan Lugol, labu Kjeldahl(metode jadul), labu Lowry(metode baru)
  4. Vitamin=> sangat kecil, jadi bisa diabaikan
  5. Lemak
    • Ekstrak santan dari kelapa-uapkan airnya-sisa minyak-itu kadar lemak
    • Pada kedelai-pakai pelarut heksana
  6. Karbohidrat=> 100%-(Kadar lemak, protein, mineral, dan air yang sudah diketahui)
Syarat Analisis Kimia
+ Akurat
+ Biaya minim
+ Cepat dan sederhana
+ Non-destructive (disarankan)
+ Tergantung otoritas (dalam membuat sertifikasi)
+ Mengambil sampel tidak asal-asalan, 10gr tidak bisa mewakili 1 ton

No comments:

Post a Comment

Chrome PointerChrome Pointer