Mengapa?
- Diminta pemerintah
- Supaya bisa dicantumkan di label
- Menghasilkan mutu produk sesuai yang diinginkan
- Diperlukan jika ingin mengembangkan produk
Ada 3 cara analisis: kimiawi, fisik, dan sensoris
- Fisik: cair atau padat? keras atau lembek? mudah patah atau tidak? getas atau tidak?
- Sensoris: menggunakan indera. Dicium aromanya, diraba (kasar atau tidak?)
- Kimiawi: analisi kadar unsurnya
Memeriksa kadar makanan
- Mineral=> bakar, cek kadar abu. "Kadar abu=Kadar mineral"
- Air=> menggunakan alat ukur kadar air, Moisture Meter
- Protein=> menggunakan Lugol, labu Kjeldahl(metode jadul), labu Lowry(metode baru)
- Vitamin=> sangat kecil, jadi bisa diabaikan
- Lemak
- Ekstrak santan dari kelapa-uapkan airnya-sisa minyak-itu kadar lemak
- Pada kedelai-pakai pelarut heksana
- Karbohidrat=> 100%-(Kadar lemak, protein, mineral, dan air yang sudah diketahui)
Syarat Analisis Kimia
+ Akurat
+ Biaya minim
+ Cepat dan sederhana
+ Non-destructive (disarankan)
+ Tergantung otoritas (dalam membuat sertifikasi)
+ Mengambil sampel tidak asal-asalan, 10gr tidak bisa mewakili 1 ton

No comments:
Post a Comment