Thursday, 7 June 2018

Article Presentation 4th Batch

Berikut merupakan presentasi-presentasi yang dilakukan pada batch ke-4
Supply Chain Knowledge Management
Knowledge management adalah sistem yang diisi pengetahuan dan informasi yang dikelola sehingga ketika sistem di-trigger ia dapat mendukung pengambilan keputusan. Ada database dalam knowledge management sehingga ketika dimasukkan data, dia akan memproses dan mengambil keputusan.

Adaptability adalah kemampuan produsen menyesuaikan desain rantai pasok terhadap rantai pasar
Agility adalah kemampuan merespon cepat permintaan pasar
Alignment  adalah kemampuan menyesuaikan dengan permintaan pasar

Exploration menggunakan pengetahuan yang baru
Exploitation memperbaiki dan menggunakan dari pengetahuan yang ada
Exploitation dan exploration harus seimbang

Knowledge management diterapkan dalam supply chain management pada area outsourcing, new product development, construction, decision support, risk management, & others.

Bagaimana knowledge management diterapkan dalam supply chain management dan memperbaikinya?
  • Pengurangan cycle time dengan kegiatan akuisisi pengetahuan dan distribusi informasi
  • Konfigurasi rantai pasok agar waktu lebih dinamis
  • Perpaduan pengetahuan teknologi dan informasi untuk menghasilkan knowledge workers
Strategi mengatur permintaan dan supply: Supply focused process & Demand focused process
Informasi dalam perusahaan lebih informatif dibanding informasi dengan perusahaan lain

Web semantic: sistem di mana perintah-perintah disusun sedemikian rupa sehingga ketika kita input sesuatu dalam sistem, dia paham perintah kita.
Web semantic: penyusunan perintah-perintah yang bermakna khusus dalam penyusunan web.

Cycle time: waktu untuk produksi bahan baku hingga produk jadi.
Lead time: waktu dari masuknya permintaan untuk suatu barang hingga barang diterima konsumen.
Knowledge management dalam mengurangi cycle time: pengaturan proses produksi sedemikian sehingga diatur mana yang bisa dilakukan secara berurutan dan mana yang bisa dilakukan secara bersamaan, agar waktu produksi lebih pendek.

Outsourcing: membangun KM dengan tenaga orang luar.
  • Orang luar harus dipercaya agar tidak di-hack ato ditaruh bug
  • Knowledge management yang ada banyak (dispersed) harus dibatasi mana yang ingin di-input sesuai dengan apa yang kita jalankan
  • Ada pula pengetahuan yang harus disembunyikan, hanya bisa dibaca oleh admin (resep, dll).
Sustainable Supply Chain Management in “Base of the Pyramid” Food Projects
Base of the pyramid adalah konsep yang fokus pada bagian dasar piramid (populasi miskin). Konsep yang percaya bahwa populasi di tingkat bahwa dapat menjadi rekan bisnis.
Fokus SSCM: social, ekonomi, & lingkungan
SSCM ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin agar daya beli meningkat.
Base of the pyramid bertujuan menyejahterakan rakyat miskin dengan kegiatan kewirausahaan

Performa rantai pasok berkelanjutan:
  • Ekonomi, profitabilitas dan keuntungan di luar projek
  • Sosial, penghasilan, peningkatan pendidikan, dan kesehatan, dan pengembangan kapasitas di base of the pyramid
  • Lingkungan, belum ada fokus yang teridentifikasi, namun masalah lingkungan mulai menjadi perhatian
Kolaborasi antara penerapan SSCM dan base of the pyramid dapat menyempurnakan triple bottom line

Contoh kasus:
Nestle gak bisa kerja sama dengan peternak Indonesia karena kotor. Danone membeli Aqua secara keseluruhan. Great Giant kerja sama dengan petani sehingga produksinya besar meski tak punya lahan, dia sediain bibit ke petani, lalu hasilnya diekspor, sehingga hubungan mutualisme tercipta.

Principles of Halal Supply Chain Management
Halal: segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat Islam untuk dikonsumsi terutama dalam makanan dan minuman (terhindar dari haram)

Kontrol logistik dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, perencanaan, pengembangan, hingga ke tangan konsumen.
3 tingkatan fondasi halal logistic:
  1. Persepsi masyarakat Muslim
  2. Bahaya kontaminasi
  3. Kontak langsung dengan objek haram.
Kalau negara non muslim, cakupannya hanya di kontaminasi dan kontak langsung, karena persepsi lebih heterogen.

Tujuan penerapan logistik halal:
  1. Menciptakan sistem logistik halal secara global
  2. Meminimalisasi kesulitan untuk industri halal
  3. Mendefinisikan kontaminasi silang antara halal dan haram dan bagaimana menghindarinya
  4. Menciptakan evolusi nilai-nilai dari rantai pasokan halal secara lengkap
Rantai pasok halal untuk daging:
  1. Diberi pakan yang halal
  2. Tidak boleh diberi obat yang haram
  3. Penyembelihan harus sesuai syariat Islam (orang yang menanggani harus Muslim & harus mengucapkan “dalam nama Allah”)
  4. Harus dipisahkan dengan layak (mencakup penangganan, pengangkutan, & penyimpanan)
Hambatan dalam manajemen rantai pasok halal: tingkat segregasi pada distribusi dari produsen ke konsumen pada negara non-muslim, pada penyimpanan dingin, konsolidasi pada pengiriman udara, hambatan dalam menjaga produk halal di negara non-muslim

Kunci sukses: dukungan pemerintah, aset khusus, teknologi informasi, sumber daya manusia, hubungan kolaboratif, panutan

Perusahaan dengan brand yang sama, tidak bisa diberi serti halal di salah satu cabang saja. Harus dengan brand yang berbeda.

No comments:

Post a Comment

Chrome PointerChrome Pointer