Kelompok 2 Pembahasan
BBC Food Factory Series 3 - 4 of 6 Frozen
Pencetus sistem pembekuan: Clarence Birdseye, 1924.
Cara: kotak dimasukkan lempeng besi beku dan refrigerant.
Cyrogenic Freezing
Metode kontak langsung dengan
refrigerant cair.
Contoh refrigerant: nitrogen.
Metode imersi tidak disarankan karena dapat menimbulkan
termal shock yang dapat mengubah struktur bahan.
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Meningkatkan koefisien transfer panas
|
Biaya tinggi
|
Tidak bereaksi dengan konstituen makanan
|
Asphyxiation: kekurangan oksigen/susah bernafas
|
Menghasilkan kualitas produk yang baik
|
Frost bite/gangrene
|
Penggunaannya luas
|
Gangguan pernafasan
|
Freeze Dry
Prinsip dasar: proses sublimasi.
Pembekuan pangan yang
dilanjutkan dengan pengeringan.
Produk segar→dibekukan→disublimasi→produk akhir.
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Mempertahankan stabilitas produk
|
Biaya lebih mahal
|
Produk lebih tahan lama
|
|
Mempermudah transportasi
|
Freeze drying process:
- Freezing
- Primary Drying
- Secondary Drying
Kelompok 9 Jurnal
Redesigning Photosynthesis to Sustainably Meet Global Food
and Bioenergy Demand
Latar belakang
- Populasi dunia akan meningkat
- Diproyeksikan permintaan untuk makanan melebihi pasokan
- Peningkatan produksi makanan
Meningkatkan efektifitas fotosintesis dengan:
- Mengurangi light harvesting pigments
- Membuat fotosistem 1 sebagai pusat fotosintesis
- Mengganti klorofil d dengan klorofil a
- Meningkatkan serapan karbon
- Meningkatkan konversi karbon (mengubah dari tanaman C3 menjadi tanaman C4)
- Mengganti jalur respirasi
Smart Canopy
Definisi: interaksi antar tanaman untuk meningkatkan
produksi biomassa dan penerimaan cahaya
Sistem:
- Daun vertikal bagian atas dan daun bagian bawah horizontal
- Rubisco dengan katalistik tinggi di bagian atas kanopi dengan spesifitas tinggi di bagian bawah kanopi
- Sistem light gathering anthena
Teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
efektifitas fotosintesis
- Transformasi plastid
- Aktivator transkripsi dan sistem Cas9
- Redesign dalam sistem model yang sudah ada seperti sianobakteria dan alga hijau Chlamydomonas reinhardtii
Penerapan dapat dilakukan di tanaman padi karena merupakan
tanaman C3 yang banyak dikonsumsi
Kelompok 10 Jurnal
Three Perspective on Sustainable Food Security
Latar belakang:
- Masalah pangan→obsesi global
- Pertumbuhan penduduk
- Peningkatan produksi→Gas rumah kaca meningkat
- Distribusi tidak merata
Efisiensi
Dengan meningkatkan produktifitas, akan menimbulkan land sparring→dengan jumlah lahan sama, hasil lebih banyak. Kontra: food waste.
Rebound effect:
- Peningkatan emisi di sektor lain
- Contoh: produksi di industri lebih banyak karena bahan baku banyak, sehingga emisinya naik juga dari bidang industri.
- Penggunaan lahan
- Lahan untuk industri bertambah
Demand Restraint
Fokus: pola konsumsi konsumen
Mengganggap lebih baik konsumsi pangan nabati daripada hewani
Anggapan bahwa:
- Teknologi dapat merusak
- Batas lingkungan absolut: batasi alam dengan pertanian
- Humans out of nature: alam akan lebih baik bila tidak disentuh manusia
Penekanan masalah: distribusi pangan yang adil
Maksud efisiensi: konsumsi bijian lebih efisien daripada konsumsi ternak yang makan bijian.
Kekurangan:
- Segi positif nutrisi dan kontribusi lingkungan diabaikan
- Tidak menjelaskan bagaimana perilaku dapat diubah
- Tidak ada batas minimum konsumsi yang harus dicapai
Food System Transformation
Produksi dan konsumsi merupakan suatu sistem pangan
Ketahanan pangan bukan hanya masalah supply, tetapi juga dimensi lainnya: aksesibilitas, affordability, utilitas, stabilitas.
Penerapan LCA masih sulit karena pengukuran metrik yang sederhana sedangkan sistem pangan merupakan interaksi berbagai komponen. LCA hanya melihat dampak terhadap lingkungan.
Bagaimana di Indonesia?
Condong ke perspektif efisiensi untuk meningkatkan produktifitas
Kalangan menengah ke atas condong ke produk impor
Indonesia menghasilkan banyak food waste meski banyak yang belum dapat mencukupi kebutuhan pangannya
Inti
Peningkatan produktivitas dengan 2 cara:
Perluasan wilayah produksi, intensifikasi
Memperpendek siklus produksi (life cycle product) untuk mengefisiensikan produksi [Dengan lahan yang lebih kecil, menghasilkan output produk yang sama]

No comments:
Post a Comment