Wednesday, 25 July 2018

Review Peraturan Pangan - Bahan Terlarang

Pada Permenkes RI Nomor 033 tahun 2012 terlampir Bahan Tambahan Pangan yang dilarang digunakan, yaitu:

Asam Borat dan senyawanya
Boraks/natrium tetraborat memiliki bentuk kristal putih yang tidak berbau, namun saat larut dalam air, akan menjadi hidroksida dan asam borat. Boraks umumnya digunakan untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, pembuatan deterjen, sabun, cat, desinfektan, pestisida, keramik, dan industri tekstil.
Asam Salisilat
Asam salisilat memiliki nama senyawa asam ortohidroksibenzoat, umumnya digunakan sebagai produk perawatan kulit (peeling agent) dan sebagai obat penghilang rasa sakit. Penyimpangan pangan dalam penggunaan asam salisilat adalah sebagai pengawet pada pangan. Efek: iritasi pada lambung, konsumsi asam salisilat secara berlebih dapat mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah dan kanker saluran pencernaan.
Dietilpirokarbonat
Dietilpirokarbonat merupakan cairan bening yang memiliki tiitk nyala yang rendah. Penggunaan dietilpirokarbonat sering digunakan sebagai pengawet pada minuman seperti pada jus buah, susu, minuman ringan, dan anggur. Konsumsi dietilpirokarbonat yang terakumulasi dapat mengakibatkan kanker.
Dulsin
Dulsin merupakan pemanis buatan yang memiliki bentuk fisik jarum bewarna putih. Dulsin memiliki tingkat kemanisan 250x lebih manis dari gula.
Formalin
Formalin merupakan larutan formaldehid 35-40% dalam air dengan metanol 10-15% sebagai stabilisator. Reaksi antara gugus karbonil formaldehid dan gugus amino bebas protein pada membran mukosa menyebabkan iritasi. Formalin menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan; rasa terbakar pada mata, membran mukosa, dan kulit; batuk, sulit bernapas, spasmus bronkus, udem paru-paru; dermimitis; sakit kepala; otot kaku; mual, muntah, nyeri abdominal, diare, hipotensi, hipotermia, lesu, pusing, kejang, koma; asidosis, radang ginjal, toksisitas hati, dan karsinogenik.
Kalium Bromat
Kalium bromat memiliki bentuk kristal putih atau granula yang digunakan sebagai agen pengoksidasi. Fungsi utama dari kalium bromat adalah sebagai desinfektan. Kalium bromat larut dalam air dan sedikit larut pada alkohol. Pembakaran kalium bromat pada suhu di atas 300ºC akan menghasilkan asap beracun.
Kalium Klorat
Kalium klorat memiliki bentuk kristal bewarna putih, umumnya digunakan sebagai agen pengoksidasi, desinfektan, korek api, dan bahan pembuatan kembang api. Konsumsi kalium klorat dapat menyebabkan penyakit nefritis kronis pada manusia. Mengonsumsi 5-10 gram kalium klorat dapat mengakibatkan kondisi fatal pada manusia.
Nitrofurazon
Nitrofurazon merupakan antibiotik dari kelas furan, sangat efektif digunakan melawan bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Nitrofurazon memiliki bentuk fisik kristal bewarna kuning. Nitrofurazon umumnya digunakan sebagai pakan pada ternak agar pakan bebas dari mikroba. Namun, penggunaan nitrofurazon pada pakan mengakibatkan masalah keamanan pangan.
Kokain
Kokain merupakan senyawa yang didapatkan dari tanaman koka. Kokain merupakan stimulan yang sangat kuat sebagai semangat pada pengguna. Di negara maju, kokain digunakan sebagai obat untuk pasien penyakit jiwa untuk menurunkan rasa depresi atau muram. Konsumsi kokain yang berlebihan dapat menyebabkan ketagihan pada pengguna, agitasi, koma, dan penyakit jantung.
Nitrobenzene
Nitrobenzene merupakan senyawa aromatik yang dalam keadaan atmosfer berupa cairan berwarna kuning pucat hingga kuning kecoklatan, digunakan sebagai bahan baku pembuatan anilin, sebagai pelarut dan bahan pembuat senyawa kimia turunan lainnya, dan sebagai pewarna pada cat dan pelarut pada cat. Nitrobenzene mengakibatkan metmoglobinemia jika masuk ke dalam pencernaan. Hal tersebut akan menyebabkan sel darah pada manusia tidak dapat bekerja dengan baik dan dapat menyebabkan keracunan pada otak.
Sinamil Antranilat
Sinamil antranilat merupakan pewarna sintetis dan pemberi harum pada makanan dengan dosis rendah. Namun, konsumsi secara berkala atau dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan tumor hati. Selain sebagai pewarna dan pemberi harum pada makanan, sinamil antranilat digunakan sebagai pemberi harum pada sabun, deterjen, lotion, dan berbagai pengharum lainnya.
Biji Tonka
Biji tonka merupakan biji hitam dengan permukaan berkerut yang dihasilkan oleh pohon tonka. Kacang tonka memiliki bagian pahit bernama kumarin, yang menyebabkan biji tonka memiliki aroma manis dan hangat, sayangnya kumarin dapat mengganggu sintesa vitamin K pada bagian pencernaan manusia. Akibatnya, pembekuan darah terganggu. Penggunaan biji tonka dapat mengakibatkan kelebihan berat badan bagi penggunanya.
Minyak Kalamus
Minyak kalamus merupakan minyak atsiri dari tanaman jeringau. Minyak kalamus memiliki kandungan β-asaron yang menyebabkan minyak kalamus menjadi beracun. Awalnya β-asaron digunakan sebagai obat pencernaan, tetapi terdapat bukti bahwa β-asaron menyebabkan kanker hati dan kanker duodenum.
Minyak Tansi
Minyak tansi dapat menyebabkan kejang, muntah, radang lambung, merah kulit, kram, hilang kesadaran, nafas sesak, penyimpangan denyut jantung, pendarahan usus, hepatitis bahkan kematian. Minyak Sasafras
Minyak sasafras/safrol hanya boleh terdapat dalam produk pangan secara alami atau akibat dari penambahan perisa alami dengan batas maksimum dalam (satuan mg/kg) produk akhir yang siap-konsumsi tidak melebihi batas maksimum pada komoditas pangan. Safrol yang terdapat dalam minyak sasafras dapat merusak jaringan hati secara permanen, menyebabkan kanker hati pada konsentrasi tinggi yang diujikan pada hewan, mempercepat denyut jantung, halusinasi, dan paratisis.

No comments:

Post a Comment

Chrome PointerChrome Pointer