Sunday, 7 October 2018

Budaya Makanan - Second Batch Presentation

Pada minggu ini juga ada 4 kelompok yang maju presentasi pada mata kuliah Budaya Pangan. Salah satu dari kelompok itu adalah kelompok saya, kelompok 2, yang mempresentasikan artikel jurnal berjudul "Nutrition, Agriculture, and the Global Food System in Low and Middle Income Countries".
Inti dari artikel tersebut adalah penulis ingin menyampaikan bahwa ada pergeseran dalam sistem pangan yang menyebabkan terjadinya kelaparan dan obesitas secara bersamaan di negara berpenghasilan menengah ke bawah. Namun kebijakan dan persepsi umum saat ini sudah tidak cukup untuk menjadi solusi akan masalah-masalah tersebut. Contohnya adalah mengenai "1000 hari pertama". Diyakini dengan menyediakan nutrisi yang cukup pada 1000 hari pertama atau periode emas, maka masalah kekurangan gizi dapat dipecahkan. Tapi ternyata 1000 hari pertama saja tidak cukup. Masalah-masalah intergenerasional harus diatasi dengan pemberian nutrisi yang memadai umtuk remaja putri. Masalah kekurangan gizi tidak bisa hanya fokus di satu tahapan siklus hidup melainkan di seluruh tahapan dalam siklus hidup.

Kelompok 3
"Transition to sustainability: a change in thinking about food systems change?"
oleh C. Clare Hinrichs
Pendahuluan
  • Transisi menuju keberlanjutan
  • Produksi pertanian, keamanan pangan, sistem pangan dan agrikultur
  • Relevansi dan penggunaan pangan; pendekatan dominan dan pola; mengidentifikasi beberapa area

The very idea of transition
Latin: Transireto go across
TRANSISI EKONOMI: 
  • Sentral – > liberasi pasar
TRANSISI NUTRISI: 
  • Jenis makanan berbeda
  • Iklan-iklan semakin persuasif
  • Pola makan berubah

Manajemen dan Pergerakan Transisi
  1. Mengenalkan
  2. Menyebarkan
  3. Menstabilkan
Tolnes England: Masyarakatnya mengenal transisis karena sadar suatu saat di depan akan kekurangan energi, iklim tak stabil, maka secara sadar mempersiapkan diri dengan membuat kota menjadi kota transisi. Ada 2 kota: UK dan Kanada

Orientasi Akademis terhadap Transisi Keberlanjutan: Apa yang Ditawarkan?
Perubahan socio-technical terbentuk untuk membuat konsumsi yang lebih stabil
Food system:
  • Pencampuran riset yang menuju kepada solusi seperti hard clean energy
  • Teknologi yang digunakan mahal

MLT (Multi-level Perspectives of Transition)
Niche innovation: teknologi masih baru dan dikembangkan
Socia technical regime: teknologi yang digunakan saat ini

Social Practices Approach (SPA)
Habit mempengaruhi grup sehingga mereka terpengaruhi hingga habit menjadi gaya hidup

Food, Agriculture, and Sustainability Transitions
Kita dapat kontribusi ke perspektif dan gagasan terhadap pemerintahan, politik, dan food justice

Kesimpulan
Transisi kalau tidak dikendalikan, dapat menyimpang ke mana-mana.

Kelompok 4 "Gluten free-the science in trend"
Video
Di Kanada dianggap gluten free lebih sehat dari produk biasa karena pengaruh seleb, koran, dan media massa.
Asumsi gluten free lebih sehat padahal pengidap celiac disease mengonsumsi sebagai kebutuhan.
Jumlah penduduk:
  • Celiac disease: 35k
  • Gluten free: 4 M
Anggapan masyarakat terhadap Gluten: 
  • Komponen makanan yang bersifat buruk
  • Komponen dalam gandum
  • Pati
  • Sebuah tren
Dari segi ekonomi: gluten free lebih tinggi harganya
Dari segi gizi: kalori, natrium, lemak, dan gula lebih tinggi tapi serat yang lebih sedikit.
Masyarakat mengikuti trend dan ingin sehat secara praktis karena menganggap produk gluten free dianggap menyehatkan. 
Profesor Timothy Caulfield mengatakan klaim bahwa produk gluten free membuat lebih sehat, bahagia dan berenergi masih belum ada bukti.
Udi’s Gluten Free meng-klaim bahwa produknya memberikan energi, mencegah autism dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), serta tidak ada kerugian menjalankan diet gluten free.

Pembahasan
Gluten merupakan kompleks protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, biasa terdapat pada gandum dan barley.
Tren konsumsi gluten free meningkat karena adanya peningkatan celiac disease. Sebanyak 100 juta penduduk AS free gluten.
Kandungan produk gluten free: tinggi garam, gula, dan lemak, kurangnya vit B, protein dan besi.
Ada penelitian menemukan tidak ditemukan manfaat gizi yang lebih pada makanan bebas gluten. Protein menurun 2 kali lipat.
Bahan baku pembuatan gluten free roti:
  1. Hidrokoloid
  2. Emulsifier
  3. Pati jagung
Bahan baku pembuatan gluten free pasta:
  1. Emulsifier
  2. Pati jagung
Alternatif produk bebas gluten alami: buah dan sayuran; makanan tinggi zat besi, kalsium, asam folat, B12.
Strategi peningkatan nutrisi produk bebas gluten: pembuatan tepung komposit dari berbagai biji-bijian.

No comments:

Post a Comment

Chrome PointerChrome Pointer