Saturday, 13 October 2018

Budaya Makanan - Third Batch Presentation

Pada minggu presentasi ke-3 ini, ada 2 kelompok artikel jurnal yang melakukan presentasi.

Kelompok 5
Biotechnology or Organic? Extensive or Intensive? Global or Local? A Critical Review of Potential Pathways to Resolve the Global Food Crisis
Oleh Fraser dkk., 2016
Pertumbuhan penduduk makin meningkat, jika tidak diikuti perkembangan ekonomi akan menghasilkan masalah erosi, perubahan iklim, kelangkaan air bersih yang akan menyebabkan krisis pangan.
Krisis pangan dibagi 2, berdasarkan penyebabnya: 
  • Karena rendah produksi pangan 
  • Karena lemahnya kekuatan politik mengatur pangan. (Lemahnya politik: banyak limbah, banyak yang terbuang sia-sia, distribusi tidak merata).
Pengelompokkan 4 perspektif:
1. Teknologi untuk meningkatkan produksi pangan
  • Dugaan: Krisis pangan disebabkan ketidaktersediaan pangan.
  • Solusi: tanaman transgenik. 
  • Aplikasi: di India padi transgenik bisa tumbuh di tanah yang kurang fosfor.
  • Dibantah aktifis karena tanaman transgenik dapat menimbulkan penyakit, merusak ekosistem lingkungan dan dampak buruk lain. 
  • Mereka menganggap produksi pangan sudah cukup, produksi pangan mampu memenuhi 2200 kalori. Yang menyebabkan krisis pangan karena seperertiga terbuang sia-sia baik dalam proses dan setelah pembelian serta pemanfaatan makanan jadi bioenergi.
2. Distribusi pangan yang merata
  • Sebenarnya pangan global belum menyebar rata karena 800 juta orang mengalami obesitas dan 1,3 juta mengalami malnutrisi. Hal ini terjadi karena kurangnya kekuatan ekonomi dan politik. Selain itu lahan untuk menghasilkan pangan konsumsi malah menjadi bioenergi. 
  • Strategi 1: mengurangi bioenergi, tapi bahan bakar naik harga pangan naik. 
  • Strategi 2: memberikan bantuan makanan, tapi merugikan petani lokal. 
  • Strategi 3: mengurangi konsumsi daging.
3. Kedaulatan pangan lokal
Pangan lokal:
  • Cara konvensional, biological diverse farm
  • Lingkungan aman
  • Penghubung ikatan sosial
  • Kedaulatan pangan terjamin
Industri besar:
  • Tidak konvensional
  • Lingkungan rusak
  • Penggunaan energi tinggi
  • Hasil panen banyak
  • Pendistribusian luas
4. Kegagalan pasar, kebijakan dan peraturan
  • Eksternalitas negatif yang mengakibatkan kegagalan pasar
  • Pangan yang terbuang sia-sia
  • Peran pemerintah, kebijakan dan peraturan
  • Pengolahan tahan lama
Kesimpulan: 4 perspektif masih bertentangan dan masih harus menyatukan pemikiran.

Kelompok 6
Transitioning the Food System
Pasar tradisional Indonesia membuat pusing karena tawar menawar. Maka dihapus, lalu dibangun kembali menjadi pasar modern. Di Eropa dan Amerika ada pasar tradisional tapi pindah-pindah lokasi secara berkala, yang biasanya pilih lokasi luas dan tidak becek.
Kenapa New York? Karena itu kota perdagangan yang paling modern. Di kota ini ada restoran 24 jam untuk para commuter, sehingga harus belanja pagi bahkan malam. Maka itu, pasar tradisional sangat diperlukan untuk restoran seperti ini. Tujuan pemberian kartu elektronik agar masyarakat miskin bisa belanja ke petani, tapi petani tidak ada mesinnya. Alat VSAT tidak bisa dipakai karena mahal dan pasarnya pindah-pindah. Maka itu, ada jalan ditukar dengan token koin. Petani nanti menukarkan token ke GrowNYC untuk dapat uang. Intinya, pemerintah Amerika berusaha menghidupkan pasar tradisional dengan memberikan subsidi.

Praktik belanja makanan 
3 elemen:
  • Meanings: pemahaman budaya
  • Material: struktur
  • Competencies: kemampuan, pengetahuan cara melakukan sesuatu
Dimensi:
  • Tempat
  • Waktu
  • Kemampuan 
Praktik belanja makanan di Farmers Market, New York. Dapat bantuan subsidi (Supplemental Nutrition Assistance Program) SNAP. Praktek menurun tahun 1990 karena banyak ritel. Lalu dilakukan lagi karena menghidupkan jalan kota dan memudahkan masyarakat akses makanan segar. Tapi subsidi yang dilakukan secara kredit membuat pasar petani tidak ramai karena tidak ada alat elektronik untuk kredit.
Perombakan praktik dari kupon menjadi kredit. Pembeli dapat menukar token dengan mesin EBT yang nantinya ditukarkan ke petani dengan makanan segar. Petani nanti akan menukar token dengan uang.
Dampak penerapan SNAP:
Mempermudah perolehan barang bermutu
Pola makan menjadi sehat
Meningkatkan keadilan pangan
Meningkatkan kedaulatan pangan masyarakat berpendapatan rendah
Meningkatkan kegiatan ekonomi daerah
Meningkatkan kestabilan keuangan penjual
Meningkatkan suasana kota.
Strategi mengubah praktik
  1. Mengubah pemahaman terhadap praktik pada umumnya. (Awalnya EBT membuat hanya supermarket yang bisa berlaku SNAP. Lalu karena pemahaman akses, bisa juga belanja di farmers market).
  2. Menentukan cara praktik yang strategis
  3. Menargetkan unsur praktik. (Untuk melakukan kegiatan, harus ada unsur yang diubah.)
  4. Menargetkan kesenjangan wilayah praktik
  5. Menargetkan praktik yang terkait
  6. Menelusuri perubahan praktik
Kesimpulan: kegiatan sehari-hari, kota, dan sistem sosio-teknis berperan penting dalam transisi sistem pangan

NB
Commuter: rumah dan tempat kerja jauh, tapi tidak kost. Pekerja yang ulang-aling.

No comments:

Post a Comment

Chrome PointerChrome Pointer